"JEB & Partners"

Advokat & Konsultan Hukum

Kasus Boeing Merpati: Hotasi Nababan Divonis Bebas.

Hotasi Nababan

JAKARTA (Pos Kota) – Nasib mujur dialami mantan Direktur Utama (Dirut) PT Merpati Nusantara Airlines, Hotasi Nababan. Dia terbebas dari jeruji besi setelah Majelis Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta,  menyatakan pria tersebut tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi sewa pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500.

Atas vonis bebas, Selasa (19/2) itu, Hotasi pun mengucap syukur. “Saya bersyukur pada Tuhan karena ternyata masih ada di republik ini hakim independen yang bisa mengambil keputusan secara adil. Dengan segala kerendahaan hati, saya ucapkan terimakasih,” kata Hotasi, seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jaksel, Selasa (19/2).

Dirinya lantas menyinggung tentang pemberantasan korupsi. Menurutnya, korupsi bisa diberantas dengan cara yang tepat tanpa ada kontaminasi. “Seperti, pada putusan yang diberikan kepada saya,” lanjutnya.

Vonis bebas terhadap Hotasi dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Pangeran Napitupulu. Dalam vonisnya, Hotasi dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dalam putusan primer dan subsider yang didakwakan kepada dirinya telah melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerugian negara dan menguntungkan orang lain.

Di mana persetujuan penyewaan pesawat, dilakukan dirinya tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Ditambah dengan mekanisme pembayaran uang sewa yang salah. Terlebih pesawat yang disewa tak kunjung datang ketika uangnya sudah dibayarkan.

“Dinyatakan tidak terbukti dakwaan primer dan subsider, terdakwa dibebaskan dari tindak pidana,” kata Pangeran.

Dengan putusan bebas ini Majelis Hakim menilai terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan. Terkait putusan bebas ini, untuk selanjutnya akan dilakukan pemulihan nama baik terhadap terdakwa sesuai dengan kedudukannya. Alat bukti yang ada nantinya akan digunakan dalam perkara yang lain.

Atas keputusan ini, Kuasa Hukum Hotasi, Juniver Girsang menyebutkan, vonis tersebut sebagai putusan vonis yang absolut. “Kami menerima secara absolut putusan ini, dan sempurna,” ujar Juniver.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan masih pikir-pikir atas putusan ini. Artinya, ada kemungkinan melakukan langkah hukum selanjutnya.

Sebelumnya, Hotasi dituntut JPU 4 tahun penjara dan denda Rp.500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara karena dianggap menyalahgunakan wewenang terkait sewa pesawat oleh PT MNA.

Sumber: http://www.poskotanews.com

20 Februari 2013 - Posted by | Kasus Korupsi Nasional |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: