"JEB & Partners"

Advokat & Konsultan Hukum

Wah, Sudah 11 Rumah Djoko Susilo Disita KPK

IPOSNews, 26/2 (JAKARTA) — Hebat benar jenderal polisi yang satu ini karena rumah miliknya tersebar di mana-mana. Sayangnya, harta kekayaan berupa rumah itu disita oleh negara karena dianggap terkait dengan kasus korupsi yang sedang membelit diri sang jenderal.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfirmasikan telah menyita lagi satu rumah milik tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) Inspektur Jenderal (Pol) Djoko Susilo, Selasa (26/2). Rumah yang disita kali ini berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya, KPK sudah menyita 10 rumah milik Djoko. Total, ada 11 rumah yang disita KPK.

“Benar ada penyitaan di daerah Bogor, Kabupaten Bogor, terkait dengan DS (Djoko Susilo),” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa (26/2) seperti dirilis laman Kompas, dan terpantau IPOSNews.Com.

Seperti diberitakan, sebelumnya KPK telah menyita 10 rumah Djoko yang tersebar di sejumlah wilayah yakni 3 rumah di kawasan Jakarta Selatan, 1 rumah di Perumahan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, 2 rumah di Solo, Jawa Tengah, 3 rumah di Yogyakarta, dan 1 rumah di Semarang, Jawa Tengah.

Johan mengatakan, penyitaan ini dilakukan agar tidak ada perpindahan aset selama proses hukum di KPK masih berjalan. Meskipun demikian, kata Johan, rumah-rumah yang disita itu tetap boleh ditempati penghuninya.

KPK menetapkan Djoko sebagai tersangka kasus dugaan korupsi simulator SIM. Jenderal bintang dua itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama untuk menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, yang merugikan keuangan negara. Dalam pengembangannya, KPK menjerat Djoko dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dikatakan, modus pencucian uang Djoko diduga dilakukan melalui pembelian aset berupa properti, baik tanah maupun lahan, dan diatasnamakan kerabat serta orang dekat Djoko. Berdasarkan informasi dari KPK, nilai aset yang diperoleh sejak tahun 2012 mencapai Rp 15 miliar.

Nilai aset yang diduga diperoleh sejak Djoko menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebesar Rp 30 miliar. Nilai aset ini belum termasuk sejumlah lahan di Leuwinanggung, Tapos, Bogor, dan Cijambe-Subang, Jawa Barat.

Sumber : www.iposnews.com

26 Februari 2013 - Posted by | Hukum & Kriminal, Kasus Korupsi Nasional | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: