"JEB & Partners"

Advokat & Konsultan Hukum

Tunjuk Hotman Paris jadi kuasa hukum, Inul siap hadapi gugatan KCI.

Ancam putuskan kerjasama.

Selasa, 02 April 2013 03:38 WIB


Tunjuk Hotman Paris jadi kuasa hukum, Inul siap hadapi gugatan KCI - Ancam putuskan kerjasama - Press Conference Inul Daratista di kantor law firm Hotman Paris & Partner, JakartaPress Conference Inul Daratista di kantor law firm Hotman Paris & Partner, Jakarta (Foto: Rudi Purwoko-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Pedangdut Inul Daratista siap menghadapi gugatan Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) PT. Vista Pratama di Pengadilan Niaga.

Pemilik Inul Vizta Karaoke ini pun menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai Kuasa Hukumnya.

“Saya akan putuskan untuk tidak melanjutkan kerjasama apabila tidak ada hubungan yang baik lagi. Saya masih berbaik hati. Hak saya memberikan yang berhak mendapatkan. Royalti mereka yang urus. Alangkah baiknya apa yang kami lakukan ini,” kata Inul di kantor Hotman Paris Hutapea kawasan Gedung Summitmas Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (01/04/2013).

Menurutnya, meski tak mempengaruhi pendapatan atas usaha hiburannya itu, namun ia tetap memberikan hak bagi para pencipta lagu yang karyanya telah digunakan untuk keperluan bisnisnya ini.

“Sebenarnya kalau mau jujur, 1-5% saja yang nyanyiin lagu-lagi dari KCI itu nggak mempengaruhi pendapatan saya,” ujar Inul.

Istri Adam Suseno ini pun mewanti-wanti, agar KCI hati-hati menuduh orang. Sebab, nanti pihaknya bisa mempidanakan balik.

“Kalau tarifnya dinaikkan, itu bukan melanggar hak cipta, dong. Yang jelas, saya tidak mau ribut. Tujuan kita baik, masih beri kesempatan pencipta lagu supaya punya uang saku dari kita-kita walaupun tidak sesuai dengan keinginan kita,” papar Inul.

Kalau KCI merasa kurang, lanjut Inul, dirinya pun mempersilahkan untuk membicarakannya lagi.

“Yang jelas, dengan kejadian ini aku tersinggung saja. Nama bisnis saya jadi lelucon di TV. Menyesal saja, tapi nggak apa-apalah,” paparnya Inul.

Sementara itu, Hotman Paris memaparkan beberapa hal kejanggalan dalam kasus ini. Antara lain kenapa KCI menaikkan royalti, padahal KCI bukan lagi anggota badan kolektif dunia CISAC (Confederation of Societies Auditor and Composers).

“Kenapa KCI memakai CD Album Dr. Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) sebagai bukti di pengadilan? Apakah ada masyarakat yang ke karaoke membayar mahal hanya untuk mendengar dan menyanyikan lagu SBY tersebut? Atau apakah ada masyarakat datang ke karaoke untuk menyanyikan lagunya Rihanna atau Jennifer Lopez dan penyanyi top dunia lainnya?” ungkap Hotman Paris geram.

Sumber: LensaIndonesia.com

3 April 2013 - Posted by | Info Hukum, Jabodetabek, Selebritis |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: