"JEB & Partners"

Advokat & Konsultan Hukum

Labora Sitorus Belikan Anaknya Pajero Sports.

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 11:20 WIB

Labora Sitorus Belikan Anaknya Pajero Sports

Aiptu Labora Sitorus. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.COJakarta – Polisi pemilik rekening gendut Brigadir Kepala Labora Sitorus kecewa dengan Kepolisian RI. Setelah kasusnya terungkap, ia merasa dijorokkan seorang diri. “Saya merasa tim penyidik seperti mau membunuh saya,” kata Labora kepada wartawan Tempo, Bobby Chandra, di suatu tempat di Sorong, Papua Barat, Kamis pekan lalu. “Mereka sebenarnya tahu siapa saya. Mereka tak ingin kedoknya terbongkar.”

Sebelum terungkap, pria yang sudah 25 tahun menjadi polisi ini rajin menyetor duit ke sejumlah perwira di Kepolisian Daerah Papua maupun Markas Besar Kepolisian. Kini sebagian besar aset Labora disita. Rekening-rekeningnya dibekukan, termasuk rekening istrinya. Labora yang dulu kaya raya kini jatuh miskin. Ia bahkan menangguk utang kepada rekan bisnis Rp 10 miliar.

Lantas, bagaimana nasib keluarga Labora setelah bisnis haramnya terungkap? Berikut petikan wawancara dengan Labora mengenai keluarganya. Wawancara lengkap bisa dilihat di majalah Tempo edisi 23-29 September yang terbit pekan ini.

Reaksi anak-anak Anda setelah mengetahui ayahnya ditahan?
Anak saya ada lima. Tiga di antaranya kuliah kedokteran (universitas swasta di Medan), satu orang kelas III SMA, dan yang terakhir kelas 3 SMP. Anak sulung saya dari istri pertama, sedangkan adik-adiknya bawaan istri kedua. Saya tak membedakan anak kandung dan anak tiri. Semua saya anggap anak kandung.

Anda memanjakan anak-anak Anda?
Semua sudah saya belikan mobil. Ada yang minta dibelikan Pajero Sports dan ada yang minta Harley Davidson. Saya pernah tes anak saya yang masih kelas III SMA dan tinggal di asrama. Pajero Sports yang saya belikan tidak pernah dibawa ke sekolah. Malah kalau saya mau menengok ke asrama, dia minta saya tidak bawa mobil. Saya disuruh naik bus saja. Dia tidak mau disebut anak sombong.

Sumber : Tempo.co

26 September 2013 - Posted by | Berita Hukum Nasional, Kasus Korupsi Daerah, Kasus Korupsi Nasional | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: