"JEB & Partners"

Advokat & Konsultan Hukum

GKR Hemas Terisak Sultan Sumringah.

ROYAL WEDDING NGAYOGYAKARTA:

Sri Sultan HB X menyambut tamu. (JIBI/Andreas Tri Pamungkas)Sri Sultan HB X menyambut tamu. (JIBI/Andreas Tri Pamungkas)
Harianjogja.com, JOGJAPernikahan GKR Hayu dan KPH Notonegoro merupakan mantu terakhir dari kelima putri Sri Sultan HB X dan permaisuri GKR Hemas. Peristiwa besar ini membuat haru ibunda dan tampak membuat bahagia ayahanda.

Setengah jam sebelum acara panggih pengantin di Bangsal Kencana, pasangan Raja dan Ratu Jogja hadir untuk memberi salam kepada para tamu terutama di deretan tamu VVIP. Sri Sultan yang mengenakan surjan taqwa dasar putih dengan motif biru dan tosca tampak segar dengan air muka berseri, di sampingnya selalu ada GKR Hemas mendampinginya.

Diantara para tamu, Sultan cukup lama mengobrol dengan Wapres Boediono yang saat sebelum acara dimulai sedang bersama dengan Wapres RI ke-6 Try Sutrisno dan Ketua DPD RI Erman Gusman. Secara terpisah GKR Hemas berbincang dengan Herawati Boediono.

Sekitar lima menit sebelum kehadiran presiden dan ibu negara, Sri Sultan dan GKR Hemas telah siap di emper Bangsal Kencana menyambut para tamu, terutama menanti kehadiran presiden. Pada kesempatan ini, Bu Ratu sempat membetulkan posisi keris Ngersa Dalem kemudian diminta berpose untuk diabadikan sejumlah awak media.

Pada prosesi panggih hingga pondhongan para tamu di VVIP menyaksikan berdiri termasuk presiden dan wapres. Senyum terlihat dari pimpinan dan ibu negara ketika pengantin putri berhasil dipondhong atau diangkat paman dan suaminya.

Melihat peristiwa tersebut, Sultan dan Hemas terlihat cukup serius memerhatikan prosesi, hingga akhirnya prosesi berjalan lancar dilanjutkan salaman dengan para tamu.

Pada kesempatan bertemu media, GKR Hemas mengaku lega, bahagia sekaligus merasa kehilangan ketika putri keempatnya menikah. “Namanya juga mantu terakhir, senang tapi gimana ya, nanti rumah jadi sepi,” ujarnya agak tersendat karena haru.

Sebagai ibu, Hemas sangat bahagia semua putrinya telah menemukan keluarga dan akan bertumbuh di lingkungan sosial lebih luas dengan bergabung bersama keluarga besar suaminya. Ia berharap semua putri terkhusus GKR Hayu tetap menjaga budaya tradisi dan prinsip yang diajarkan untuk hidup baik di tengah masyarakat.

Sumber: Solopos.com

24 Oktober 2013 - Posted by | Berita Nasional, Keraton Yogyakarta | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: